Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Green Book (dari Universal Pictures)

Soal Mayoritas dan Minoritas, pelajaran dari Green Book

Dalam satu penerbangan jarak jauh, saya sempat nonton film Green Book. Film ini banyak mendapatkan penghargaan bergengsi, antara lain Academy Awards untuk kategori Best Picture.

Plot film ini adalah interaksi yang sangat menarik antara Tony Lip, bouncer keturunan Italia di sebuah klub di New York dan pianis ternama berkulit hitam, Doctor Don Shirley.

Doctor Don Shirley mengundang Tony Lip sebagai sopir mobil dalam perjalanan konser 8 minggu menjelang Natal di daerah Midwest dan Deep South di Amerika Serikat. Dalam konteks tahun 60-an Amerika, Doctor Shirley tahu persis kehadiran seorang musisi kulit hitam di Midwest dan Deep South akan penuh tantangan.

Sepanjang perjalanan, hubungan keduanya terjalin. Menjadi saling memahami perbedaan...dan persamaan.

Beberapa kali Tony Lip, yang awalnya kurang bersimpati ke kalangan kulit hitam di New York, menyelamatkan Doctor Shirley.

Sementara itu, Doctor Shirley membantu Tony Lip menuliskan surat cinta romantis buat istri Tony Lip. Surat cinta yang membuat istri Tony yang sedang merindukan Tony sangat bahagia.

Simbiosis mutualisme yang alami secara gradual menjadi persahabatan sejati dua manusia beda etnis.

Salah satu scene menarik terjadi di menjelang akhir cerita. Tony dan Doctor Shirley mengunjungi klub blues Orange Bird di Birmingham, Alabama. Kebanyakan pengunjung klub ini berkulit hitam.

Untuk pertama kalinya, Tony Lip adalah minoritas. Satu-satunya pengunjung kulit putih di klub ini, di antara tamu-tamu berkulit hitam.

Berikut pembicaraan antara Tony Lip dengan waiter berkulit hitam di Orange Bird.

“You a Cop?”
Waiter berkulit hitam di Orange Bird Bar and Grill

“Do I look Irish?”
Tony Lip, menjawab dengan bergurau.
(secara historis, orang Amerika keturunan Irlandia mendominasi pekerjaan polisi di Amerika abad 20, bahkan sampai sekarang)


Tony Lip yang berkulit putih, yang beberapa menit sebelumnya adalah bagian mayoritas, tiba-tiba menjadi bagian minoritas di Orange Bird Bar and Grill.

Jadi...mau tidak mau, suka atau tidak suka, one way or another kita semua adalah bagian dari minoritas.

Kalau nggak suku / etnis

Kalau nggak agama

Kalau nggak orientasi kita....


Mungkin pilihan olahraga kita

Mungkin saham dan sektor favorit kita

Mungkin selera makanan

Mungkin selera musik

Mungkin selera film

Mungkin selera humor

Mungkin pandangan hidup

Mungkin pendidikan kita

Mungkin type mobil kita

Mungkin pilihan e-wallet kita

Mungkin penulis favorit kita

Mungkin caleg favorit kita

Mungkin selera fashion kita

Banyak lagi kemungkinan lain

Mayoritas minoritas itu hanya ilusi?


Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, 15 Mei 2019

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu

Kalau saya ditanya pekerjaan mana yang paling berk...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar investasi, belajar saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Risk - Reward Terbaik

Penggemar film-film adaptasi DC Comics akan langsu...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar investasi, belajar saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Menghindari Cedera, Mencari Cinta

“Nightmares are what we learn from in order ...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Belajar Lupa

Salah satu keuntungan dari menghadiri Berkshire Ha...

Tags : belajar saham, belajar investasi, Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.