Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

realita work from home

Nrimo Musim

Dua minggu working from home, rasanya seperti sudah bertahun-tahun lamanya. Nggak terbayang gimana kalau harus terus melakukan ini lebih lama lagi.

Kekhawatiran akan pekerjaan, bisnis, bahaya kesehatan buat orang-orang yang kita cintai dan masalah sosial dengan begitu banyaknya orang di sekitar yang kehilangan mata pencahariannya tentu meresahkan. Mau lihat referensi peristiwa yang sama, yaitu Spanish Flu tahun 1918 kok susah ditarik pararelnya. Dunia sudah berbeda sekali dibandingkan seabad yang lalu. 

Tidak mengherankan kalau ada pemikiran pandemi berikutnya yang akan menyusul Covid-19 adalah pandemi kesehatan mental manusia. Saat ini, hal-hal yang membantu umat manusia melewati krisis justru sulit dilakukan. Misalnya mengunjungi tempat ibadah. Juga kontak sosial dengan sesama. Berpelukan juga tidak bisa. Dunia terasa begitu sepi, sampai-sampai zoom pun sudah membuat kita happy. Banyak di antara kita yang tidak bisa mengunjungi orang tua karena takut menjadi pembawa virus buat mereka. Akibatnya orang tua akan merasa sangat kesepian. 

Mau marah-marah juga tidak bisa. Karena bingung mau marah sama siapa? Toh kita semua ikut berpartisipasi mengeksploitasi planet bumi dan lingkungan hidup, yang bermuara pada macam-macam bencana. 

Mungkin supaya saya tidak terkena stres pandemi, putri saya yang berusia 12 tahun memilih untuk membagikan suasana hatinya saat ini melalui sebuah tulisan:

Membaca tulisan putri saya, saya jadi merasa diingatkan kembali bahwa musim selalu berganti dan kita tidak dapat memilih. Tugas kita adalah nrimo musim yang ada di depan mata dan membuat musim itu sebagai musim kita. Juga untuk bersyukur dan memilih berfokus pada apa yang kita miliki, dan bukannya pada apa yang tidak dimiliki. 

Musim berlalu silih berganti. Setelah musim panas, datang musim semi, musim gugur lalu musim dingin tiba. Mencekam, sepi, ngeri, tapi toh kita tidak kehilangan harapan karena tahu musim panas akan kembali datang.

Sekarang pandemi Covid-19 membuat dunia diam sejenak dalam suasana mencekam. Akankah kita kehilangan harapan, ataukah kita akan percaya bahwa matahari akan segera datang dan dunia akan kembali tertawa.

There is never only one side of a street. Tapi realitanya adalah pikiran kita tidak mampu memproses dua pikiran pada saat yang bersamaan. Saya pernah coba dan gagal total. Karena pikiran kita hanya mampu memproses satu hal pada satu saat, mendingan kita pakai untuk berpikir tentang hal-hal yang indah dalam hidup. 

 

Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, 30 Maret 2020

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Tersenyum di Depan Tembok

Kita berada pada titik di mana pandemi Covid-19 me...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Kecanduan Hutang

Kangen WFH?  Berkat WFH, saya jadi rajin b...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Kembali ke "Normal"

Kita semua tahu bahwa suatu hari badai Covid-19 ak...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Nrimo Musim

Dua minggu working from home, rasanya seperti suda...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.