Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

The Hollywood Bowl yang ikonik

Merdeka Untuk Memilih

Baru-baru ini saya berkunjung ke Los Angeles, Amerika Serikat. Tanpa rencana, spontan, tiba-tiba saya memutuskan untuk nonton konser Lionel Richie di Hollywood Bowl. 

Bisa nonton konser Lionel Richie tentu sudah sangat istimewa bagi saya. Pengalaman ini menjadi makin tak terlupakan karena konsernya bertempat di Hollywood Bowl, sebuah amfiteater terbuka yang sangat indah.  

Hollywood Bowl bahkan terpilih sebagai salah satu dari 10 tempat terbaik untuk konser musik, versi majalah Rolling Stone di tahun 2018. Sejarah Hollywood Bowl  juga panjang. Lokasi ini dipilih tahun 1919 oleh William Reed dan putranya Ellis Reed yang ditugasi oleh Theatre Arts Alliance untuk mencari tempat yang sesuai buat konser outdoor

Udara LA malam itu di kisaran 20 derajat Celsius, tidak dingin dan tidak panas. Pas. Pengunjung konserpun sangat ramah. Membuat suasana makin indah saja.

Konsernya keren, sesuai dengan apa yang diharapkan dari seorang Lionel Richie. Di usianya yang 70 tahun, staminanya masih sangat terjaga. Juga sangat komunikatif, benar-benar seorang entertainer sejati. 

Menjelang akhir performance-nya, Lionel Richie menyampaikan observasi yang sangat menarik.

Dia bilang, “Satu hal yang saya amati adalah waktu saya menyanyikan lagu yang paling gembira, ada saja yang menangis. Sebaliknya pada waktu saya menyanyikan lagu yang paling sedih, ada saja yang tertawa." 

Mengapa? Saya baru sadar bahwa ini semua adalah tentang memori.

Memori waktu yang baik dan waktu yang buruk; memori tentang keluarga, teman; momen lulus sekolah, tunangan, menikah dan  sejarah hidup kita.

Setelah mengucapkan kata-kata ini, Lionel Richie mempersembahkan sebuah lagu buat sahabat yang selalu dikenangnya, Michael Jackson. Lagu yang dia pilih adalah lagu yang Richie pernah tulis bersama Michael Jackson “We Are The World”.

Momen yang begitu indah. Memori. We are the world.

Berbicara mengenai memori, saya baru saja kehilangan salah seorang sahabat terdekat. Boleh dibilang selama 6 tahun dari SMP sampai SMA, saya dan sahabat ini banyak menghabiskan waktu bersama. Bersama dia, banyak “hal pertama” saya lakukan dalam hidup. Misalnya berbagi cerita cinta monyet dan mendengarkan Queen dan Lionel Richie untuk pertama kalinya. Juga hal yang tidak seharusnya kami lakukan, misalnya mencicipi alkohol kali pertama. Juga belajar mengendarai motor, memori dikejar mandor bangunan yang marah karena batu batanya kita pakai buat latihan karate, dan begitu banyak kenangan lainnya.

Dari dialah saya belajar untuk lebih memiliki kemauan untuk maju dalam hidup. Wawasannnya yang luas membuat saya bertekad untuk belajar banyak hal baru. Membaca majalah bisnis yang dia beli dan belajar bahasa Inggris, misalnya.

Merefleksikan begitu banyak hal yang dipelajari dari dia, saya menjadi lebih paham apa yang dibilang oleh pengusaha dan motivator Amerika Jim Rohn “You are the average of the five people you spend the most time with.”

Kita adalah rata-rata dari lima orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama kita. Tidak heran kalau investor James Altucher menyarankan penulis dan entrepreneur untuk menemukan “scene” atau “tempat kejadian” kita. Maksudnya adalah satu grup teman-teman yang mendorong kita untuk terus menjadi lebih baik. 

Konsekuesinya adalah kita seharusnya super selektif dalam memilih orang-orang yang kita perbolehkan masuk dalam hidup. Bukan karena sombong, tapi lebih karena kita mau menjadi lebih baik. 

Kita punya pilihan untuk memilih menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membuat kita menjadi orang yang lebih baik, atau orang yang menarik kita ke bawah. Pilihan ada di tangan kita, sepenuhnya hak kita. 

Sebagai investor saham, pilihan ini juga ada di tangan. 

Apakah kita lebih memilih menghabiskan waktu dengan “teman-teman” yang bilang: bos kita terlalu banyak menuntut, atau hidup ini tidak adil. Kita tahu bahwa orang-orang tipe ini menghabiskan energi kita. 

Ataukah kita memilih untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman yang mendorong kita belajar analisa fundamental - teknikal saham, yang mengajak kita untuk ke seminar-seminar investasi dan pengembangan diri. Juga menekuni lagi hal-hal yang kita cintai tapi belum sempat kita lakukan. Musik, memasak, olah raga, melukis, misalnya.

Kita punya pilihan dan kemerdekaan. Kalau pilihan kita beautiful, kitapun menjadi beautiful.

 


From good people you’ll learn good, but if you mingle with the bad you’ll destroy such soul as you had
Musonius Rufus, mengutip Theognis of Megara
Dari buku “the Daily Stoic” karya Ryan Holiday and Stephen Hanselmani


 


Ditulis oleh Wuddy Warsono, 12 Agustus 2019

Didedikasikan untuk sahabatnya yang terus mendorongnya untuk bertumbuh sebagai manusia, Sandy Widjaja, RIP

 

 

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Membagikan Kebahagiaan

Awal Agustus lalu, dalam kunjungan ke Las Vegas, s...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Merdeka Untuk Memilih

Baru-baru ini saya berkunjung ke Los Angeles, Amer...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Investasi, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Super Kreatif Tanpa Sekolah Formal

Salah satu bagian perjalanan karier saya adalah pe...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Circuit Breaker

Di awal Mei tahun ini, saya beruntung bisa menghad...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.