Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Rahasia mengejar skill langka dan berharga

Menjadi Langka dan Berharga

Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang penjual produk. Orangnya pintar dan simpatik. Kebetulan dia berjualan jasa, jadi tentunya barang yang dijual sifatnya abstrak. Sebagai penjual produk abstrak, dia harus berupaya keras untuk menjelaskan konsep produknya dalam medium yang lebih mudah dipahami.

Pilihan sang penjual adalah kertas dan pena. Hal yang umum buat penjual barang abstrak. Yang tidak umum adalah pilihan sang penjual untuk tidak pindah tempat duduk. Tidak pindah ke samping, tapi tetap memilih berhadapan dengan kita. Jadi dia harus menjelaskan dengan tulisan terbalik. Upside down.

Presentasinya pun dimulai. Ia menjelaskan dan menulis terbalik pada waktu yang bersamaan. Dengan kecepatan tulis normal.

Hasilnya? Gagal secara spektakular.

Penjelasan yang sebenarnya baik sangat terganggu oleh tulisan yang dibuat secara terbalik. Tulisan ini sama sekali tidak terbaca, sehingga seluruh experience menjadi hancur lebur. Sebenarnya saya ingin bilang di tengah presentasi, tapi sungkan.

Saya pun jadi bertanya-tanya apakah ada yang mengenal orang yang bisa menulis terbalik dengan kecepatan tulis normal dan tetap sangat bisa dibaca. Setelah mengobrol dengan beberapa teman, akhirnya ketemu juga orang tersebut. Beliau adalah seorang guru di SMAK 1 Jakarta, yang dipanggil Pak Anton. Kemampuan istimewa Pak Anton ini membuat belajar matematika terasa seperti sebuah hiburan menyenangkan.

Di rumah Pak Anton yang sederhana, murid-murid yang ingin belajar matematika seperti tidak pernah berhenti mengalir. Padahal ruangannya sederhana. Kursinya seperti bangku di warung bakso. Jauh dari ergonomics tentunya.

Yang lebih penting, kelebihan Pak Anton tidak terbatas hanya pada kemampuan menulis terbalik. Metode pengajaran Pak Anton juga tidak seperti metode pada umumnya. Di awal kelas, Pak Anton selalu bertanya pada tiap murid, apa yang ingin mereka pelajari hari itu. 

Juga, fokus Pak Anton bukan menghabiskan waktu les untuk berlatih soal-soal, melainkan pada studi yang sangat serius mengenai bagaimana mengasah kemampuan matematika murid-murid dengan mengupas soal-soal yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Sudut yang dipakai pun kreatif sehingga murid-murid bisa dengan lebih mudah menyelesaikan problemnya.

Dengan kata lain, kelas Pak Anton tidak membuat murid-muridnya berfokus hanya pada performance zone (latihan soal), tapi juga mendedikasikan waktu untuk learning zone.

Untuk dapat meraih kemajuan yang signifikan, kuncinya bukan hanya berapa jam yang didedikasikan untuk bekerja mencapai skill itu, tetapi juga bagaimana melakukan pekerjaan itu.

Di buku So Good They Can’t Ignore You, thought leader Cal Newport membagikan cerita menarik mengenai suatu studi oleh Charness di mana pemain-pemain catur sama-sama menghabiskan 10.000 jam untuk berlatih. Sebagian dari pemain catur ini dapat mencapai level grand master, sedangkan sisanya macet di level intermediate (sebenarnya nggak enak pakai kata “macet”, karena catur saya cuma sampai level kejuaraan RT, tapi tujuan saya supaya kita bisa mendapatkan kontrasnya).

Jam latihannya sama, mengapa hasilnya berbeda?

Di tahun 1990-an, terjadi perdebatan di dunia catur mengenai strategi terbaik supaya dapat maju sebagai pemain catur. Ada dua camp di sini.

Di satu sisi adalah mereka yang percaya bahwa kunci untuk maju adalah sebanyak mungkin mengikuti turnamen.

Di sisi yang lain adalah mereka yang percaya bahwa kuncinya adalah studi yang sangat serius, melalui banyak buku-buku dan guru yang membantu untuk identifikasi kelemahan dan kemudian mengeliminasinya. Ternyata mirip dengan metode Pak Anton dalam membantu murid-muridnya.

Secara intuisi, banyak yang berpikir camp yang sering ikut turnamen akan unggul. Dianggap sudah lebih tertempa ala Spartan.

Ternyata salah. Camp studi yang serius adalah pemenangnya.

Rata-rata, grand master mendedikasikan 5.000 jam dari 10.000 jam untuk studi yang serius. Sementara, pemain yang macet di level intermediatemendedikasikan hanya 1.000 jam untuk aktivitas ini.

Saya tidak tahu bagaimana Pak Anton sampai pada metodenya yang menekankan studi yang serius daripada latihan soal. Kalau Pak Anton adalah seorang pelatih catur, beliau akan menelurkan banyak grand master.

Soal customer service, Pak Anton juga cocok menjadi teladan. Dia akhir kelas, Pak Anton akan membagikan fotokopi dari apa yang beliau tulis (secara terbalik) di kelas tadi. Benar-benar “customer experience” yang luar biasa. Tidak heran kalau banyak mantan muridnya mengingat Pak Anton sebagai guru matematika yang paling dikagumi dan dikenang.

Sangat jelas bahwa skill Pak Anton adalah langka dan berharga, baik secara content (metode pengajaran) maupun delivery (menulis terbalik dan service ke murid). Tentunya untuk mencapai skill di level ini, Pak Anton telah berlatih keras untuk menulis terbalik dan mempelajari metode mengajar yang lebih produktif. Ia juga bersedia untuk melakukan extra miles, seperti bertanya dulu ke muridnya mau belajar apa, dan memfotokopikan materi tulisan hari itu.

Saya sempat bertanya ke beberapa WA Grup, kalau mereka bisa mengidentifikasi orang-orang di sekitar mereka yang skill-nya memenuhi syarat langka dan berharga. Ternyata tidak banyak.

Skill mengemudi mobil misalnya. Tentunya berharga, tapi tidak langka. Sebaliknya, skill saya menjepret sasaran secara tepat dengan memakai karet gelang memang cukup langka meski dengan berat hati harus saya akui bahwa gunanya belum jelas sampai hari ini.

Skill yang langka dan berharga ini amat penting di era di mana banyak anjuran untuk mencari pekerjaan dan tempat kerja yang se-matching mungkin dengan passion kita.

Saya pernah bicara dengan seorang stockbroker yang hobi sekali pindah kerja, karena terobsesi menemukan “true calling”, dalam hal pekerjaan dan kehidupan. Selalu "ada yang salah" dengan perusahaan tempat dia bekerja, dan dengan bosnya, dan dengan departemen risetnya. Atau sales trading, atau bagian operation. Selalu ada yang nggak pas.

Masalahnya, dalam proses terus-menerus berpindah kerja dan berkeluh kesah soal tempat kerjanya, kita bisa kelupaan untuk membangun skill yang langka dan berharga. Skill yang hanya bisa didapatkan dengan studi yang sangat serius, keuletan luar biasa, dan perjuangan panjang yang sungguh-sungguh.

Dalam kasus stockbroker, mungkin menulis terbalik dan fotokopi tulisan ala Pak Anton adalah servis yang ekstra ke klien. Sesuatu yang akan menjadi surprise bagi klien. Seperti misalnya, ringkasan dan seleksi riset-riset yang relevan dan berkualitas untuk klien, daripada sekedar asal kirim semua riset.

Untuk content, metode mengajar dalam kasus Pak Anton, mungkin dedikasi seorang broker untuk mempelajari sektor baru seperti teknologi, akan memberi nilai tambah yang besar bagi klien.

Tentunya banyak contoh-contoh lain yang mungkin dilakukan.

Kabar baiknya: ada begitu banyak ruang untuk mengembangkan skill yang langka dan berharga. Semua kembali pada pilihan kita: apakah lebih suka mengeluh pekerjaan kita tidak sesuai dengan true calling. Atau kita bisa memilih untuk menjadi yang dibilang oleh Steve Jobs sebagai "talenta terbaik", dengan mengembangkan skill yang langka dan berharga.

Dalam wawancara Youtube "on hiring truly gifted people", Steve Jobs berpendapat bahwa perbedaan kemampuan antara talenta rata-rata dengan talenta terbaik adalah 1:50. Bahkan 1:100.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan puisi indah yang ditulis oleh teman saya Asmara Devi. Isinya tentang skill atau kebisaan yang bermakna bagi orang banyak. Asmara Devi juga memiliki skill yang istimewa. Puisi seperti mengalir “begitu saja” baginya.

Saya coba bertanya lebih dalam padanya mengenai "bakat" ini. Ternyata seperti halnya Pak Anton, Asmara Devi harus melewati proses yang sangat berliku-liku. Sejak masih SD, dia menulis puisi dan mengirimkan ke harian Sinar Harapan. Kalau dimuat, dapat kiriman wesel dan lanjut juga ke majalah. Soal karya yang ditolak untuk dimuat, hal tersebut adalah makanan sehari-hari. Proses belajarnya panjang, sebelum menjadi sesuatu yang “mengalir begitu saja”.

Sesuatu yang "bukan biasa" ternyata, atau sesuatu langka dan berharga.

 

BUKAN BIASA

(Asmara Devi, Jakarta, 07.21.2019)

Satu titik di kejauhan
Makin mendekat makin terlihat
Tidak mungkin tercapai olehku
Tetapi itu nyata.
 
Satu titik mendekat biasa
Lebih dari satu titik bukan biasa
Makin mendekat dan
Jadi nyata.
 
Kebisaanku seperti satu titik
Kelihatan biasa
Bukan biasa ternyata
Bermakna buat orang.
 

Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, 22 Juli 2019

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Membagikan Kebahagiaan

Awal Agustus lalu, dalam kunjungan ke Las Vegas, s...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Merdeka Untuk Memilih

Baru-baru ini saya berkunjung ke Los Angeles, Amer...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Investasi, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Super Kreatif Tanpa Sekolah Formal

Salah satu bagian perjalanan karier saya adalah pe...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Circuit Breaker

Di awal Mei tahun ini, saya beruntung bisa menghad...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.