Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Belajar analisa lewat baseball

What Drives P/E – Popularity Issue?

Teman-teman ada yang pernah nonton film Moneyball?

Kalau dari kalian adalah fans dari film yang diperankan Brad Pitt dan Jonah Hill, mungkin sudah pernah nonton film ini dari sejak tahun 2011. Tetapi jika untuk kalian yang belum pernah nonton, beginilah sekilas cerita dari film Moneyball yang bercerita tentang kompetisi Baseball di Amerika Serikat, salah satu olahraga yang sangat digemari disana – dan mengapa, seorang investor saham wajib menonton film ini…

(spoiler allert) Film ini bercerita tentang kisah nyata, seorang manager Baseball bernama Billy Beane, yang kalau boleh jujur, kariernya itu biasa-biasa saja. Malah cenderung buruk menurut saya. Billy adalah penggemar Baseball, dari waktu kecil. Ia menjalani masa mudanya sebagai seorang atlet. Setelah tumbuh dewasa, Billy memutuskan bahwa karier sebagai pelatih tim baseball adalah karier yang tepat untuknya – walaupun, kita tahu sendiri, berkecimpung di dalam industri olahraga itu merupakan salah satu pilihan karier risiko tinggi. Kalau gagal gimana? Kalau gak terkenal lalu gimana? Kasih makan apa ke keluarga? Begitulah pemikiran kita sebagai olahragawan. Cacing, cacing. Naga, naga. Kalau kata orang tempo doeloe.

Billy pun memutuskan – ia harus menjadi coach yang baik. Harus sukses.

Tetapi ternyata kenyataan tidak seindah mimpi. Oakland Athletics, tim yang ia pimpin kalah terus. Terakhir kalah dari New York Yankees di 2001, salah satu tim terbaik di negara tersebut. Kalau kita lihat ranking Oakland, tim yang di pimpin Billy ini mungkin salah satu yang palinggggggg bawah.

“Kok pilih pemain tidak pernah benar. Yang ini mahal. Yang ini saya kira bagus, ternyata mainnya parah sekali. Yang ini bagus, tetapi mau resign… yang ini bagus, tapi minta bayarannya bisa 10x harga pemain saya…”

Begitu kira-kira pergumulan Billy setiap hari. Ia akhirnya memutuskan, kariernya tidak bisa terus menerus seperti ini.

Tidak lama kemudian, tidak sengaja lah Billy bertemu dengan seseorang admin biasa, bernama Peter Brand (Jonah Hill). Perawakannya agak gemuk, kacamata, dan agak kutu buku… tidak atletis sama sekali. Billy berkenalan dengan Brand saat sedang meeting.

Satu hal yang berbeda dari Brand, Ia ternyata sangat mengerti statistik (maklum, lulusan ekonomi dari Yale… pantas, menurut saya).

Brand lalu sempat berbagi pandangannya dengan Billy. Ia mengatakan, “Saya punya teori – yang cukup radikal. Sangat radikal bahkan. Mengapa kebanyakan dari pemain di liga baseball, dipilih dengan cara yang sangat subjektif? Terkadang dari perawakan, terkadang dari tinggi badan, terkadang dari mereka lulus bidang fisika di universitas MIT atau ranking paling tinggi di lulusan hukum Harvard… ”

“Daripada subjektif seperti itu… kenapa kita tidak memilih pemain dari statistik sejarah mereka saja? Berapa kali mereka memukul akurat. Beberapa cepat mereka lari. Beberapa kali mereka homerun? Dengan begitu kita bisa merekrut pemain-pemain yang under-the-radar, yang tidak banyak orang tahu bahwa performa mereka sangat bagus. Dan taukah apa  yang lebih bagusnya lagi? Harga gaji mereka bisa 1/10 dari pemain termurah New York Yankee!” Begitulah penjelasan Brand.

“Sangat masuk akal, ayo kita coba test teori kamu…” kata Billy.

Dan betul sekali, apa kata Brand. Singkat cerita, bertemulah mereka dengan list pemain murah yang sangat unorthodox… bisa dibilang. Tidak ada yang mau merekrut mereka, karena terkesan jelek, sekilas, tetapi data-data menunjukan mereka mempunyain fundamental sangat baik.

Yang pertama…
Chad Bradford, seorang pitcher, atau khususnya pelempar bola. Bradford ternyata lengan dan torsonya bengkok. Mungkin kejanggalan dari fisik sejak lahir. Tetapi ternyata ia adalah seorang pitcher yang sangat luar biasa bagus. Saking bagusnya, bola yang dilempar oleh Bradford sangatlah sulit untuk dipukul oleh lawan…

Yang kedua…
David Justice, seorang outfielder yang sudah cukup tua. Banyak club yang tidak mau menerima dia karena umurnya yang sudah lewat prime age (lebih dari 40 tahun), atau bisa dibilang umur terbaik untuk seorang atlet. Ya, pemain yang dipandang sebelah mata ini ternyata salah satu pemukul bola baseball yang paling akurat di zamannya.

Yang ketiga…
Scott Hatteberg. Sikutnya cedera. Tetapi nyatanya ia adalah seorang pemain yang sangat gesit. Kalau di baseball, ada namanya ratio on-base percentage (OBP). Yaitu butuh berapa lama seorang pemain dari waktu memukul dan berlari ke base untuk mencetak skor. Ya, Scott adalah salah satu pemain termurah dengan OBP yang sangat tinggi.

Singkat cerita, tahukah Anda apa yang terjadi beberapa lama setelah Billy membangun tim penuh dengan ‘underdogs’, atau pemain-pemain yang dihiraukan?

Oakland menang American League dengan rekor 20 kali menang berturut-turut. Ingatlah, bahwa Oakland Athletics adalah salah satu tim dengan budget paling minimum di era tersebut. Kita bisa cek, belum ada tim baseball yang pernah menang sedemikian banyak berturut-turut.

Apakah intisari dari cerita ini?

Tidak beda dengan saham di portofolio anda.

Saham dengan P/E mahal, belum tentu bisa dibilang bagus. Bisa saja, karena investor besar sangat familiar dengan saham tersebut. Dan berbondong-bondonglah mereka membeli saham itu, menyebabkan valuasi P/E naik signifikan.

Saham dengan P/E murah, belum tentu perusahaannya buruk. Mungkin saja tidak banyak broker yang melakukan riset dan analisa terhadap saham tersebut. Atau mungkin saja pimpinan perusahaan itu menutup diri, jarang tampil di publik. Sikap introvert sebuah perusahaan bisa menyebabkan harga sahamnya tidak terlalu tampil mahal.

Lalu, seperti apakah pelajaran yang harus di petik dari cerita Moneyball. Seorang investor yang baik akan terus mencoba menganalisa lebih dalam dari siapapun, agar dapat melihat sebuah perusahaan yang sangat growing, walau tidak terkenal sekalipun. 

Selamat berinvestasi!

 

Ditulis oleh Irwin Saputra, 23 Juni 2020.

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Edward Lowis Sucor Extreme On-the-Ground - Automotive Sector

Sucor Extreme On-the-Ground  berkesempatan un...

Tags : Sekuritas, Saham, Blog Sucor Sekuritas, report,

More Information
Posted by Adrianus Bias Cinta Lama Bersemi Kembali

Genap satu bulan terakhir ini, saya menemukan kemb...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Irwin Saputra What Drives P/E – Popularity Issue?

Teman-teman ada yang pernah nonton film Money...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Oriana Titisari 13 Reasons Why...

Bagaimana kabar Anda semua? Semoga masih #dirumaha...

Tags : blog sucor, Blog Sucor Sekuritas, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.