Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Pelajaran dari permainan catur

Kenapa Kita Harus Irit? Cerita dari Paal Paysam.

Ternyata, ada banyak pelajaran yang bisa jadi peringatan buat kita untuk menjadi investor yang lebih baik lagi setiap hari. 

Dan gak musti selalu dari text book kuliah, atau bahkan kelas CFA, di cerita kali ini ada pelajaran soal investasi yang bisa kita dapat dari dongeng zaman dulu. 

Dongeng ini lebih dikenal sebagai legenda Paal Paysam – maaf jika terdengar asing untuk rata-rata dari kita, karena legenda Paal Paysam ini adalah cerita rakyat dari India. Siapa tau setelah tulisan saya dari blog ini, kita punya versi tersendiri untuk jadi cerita rakyat di Indonesia. Who knows

Paal Paysam mengisahkan tentang seorang raja, tuan Krishna, dan pemain catur.

Suatu hari ada raja yang doyan banget main catur. Saking demennya, dan mungkin skilful sekali permainan caturnya, dia terbiasa menantang tamu ataupun rakyatnya sendiri untuk melawannya bermain catur. 

Lalu raja tersebut, biar lebih seru, mulai mempertaruhkan taman anggur terbaik di kerajaannya kalau lawannya sampai menang. Tetapi jika rajanya yang menang, maka lawannya tidak perlu membayar apapun.

Peraturan yang cukup simple. Tetapi dari context ini saja kita bisa bayangkan seberapa jago skill raja tersebut dengan odds yang begitu besar – kalau di zaman modernnya, mungkin sehebat Magnus Carlsen.

Suatu hari, ada seorang tuan bernama – Krishna, terkenal oleh kearifannya, dan banyak gosip yang menyatakan bahwa ia sangatlah pintar. Begitu mendengar hal tersebut, langsunglah raja catur ini mengirimkan undangan ke Krishna untuk adu catur dengannya. Toh, selama ini belum pernah kalah. 

Krishna pun datang menghampiri raja. Ketika diminta untuk menyebutkan hadiah yang diinginkannya, orang yang bijak itu mencatat bahwa ia adalah orang yang sederhana, dan tidak butuh hadiah yang berlebihan banyak. 

Yang dia inginkan cuma beberapa butir beras, ditempatkan di papan catur dengan cara berikut: Setiap kotak akan memiliki dua kali lipat pendahulunya. 

Jadi, akan ada satu butir beras di kotak pertama, 
dua butir di kotak kedua,
empat di kotak ketiga, 
delapan di kotak keempat, 
enam belas di kotak kelima, dan seterusnya…

Begitu dipikir-pikir beberapa lama, Raja-pun setuju, dan mereka memulai pertandingan. Toh cuman minta butir beras, pikirnya.

Dan ternyata, yang dikira tidak mungkin pun terjadi. Raja kalah telak. 

Tetapi ya sudah lah, mungkin malu sejenak, raja pun mengakui kekalahannya dan meminta prajuritnya “bawakan kemari sekantong beras untuk kita taruh di papan catur, agar kita bisa memberikan hadiah yang pantas ke orang hebat ini.” 

Sekantong pun datang.

Raja mulai menempatkan butiran beras di papan catur, seperti kesepakatan mereka. Tetapi raja dengan cepat menyadari bahwa satu kantong tidak cukup.

“bawakan satu lagi, atau mungkin dua atau tiga”.

Masih belum cukup.

Di kotak ke dua puluh, ternyata baru saja Raja tersebut sadari, ia harus meletakkan 1.000.000 butir beras. 

Kotak ke empat puluh akan membutuhkan 1.000.000.000 butir beras. 

Dan, akhirnya, di kotak ke enam puluh empat, raja harus meletakkan lebih dari 18.000.000.000.000.000.000.000 butir beras. 

Maka singkat cerita, akhirnya raja tersebut memberikan seluruh kekayaanya ke Krishna.

Cerita sederhana ini adalah ilustrasi yang kuat tentang kekuatan pertumbuhan eksponensial dan penggabungan yang seringkali kita remehkan. 

Tentu, benar - 10% dari Rp 1 miliar adalah Rp 10 juta. Namun pada intinya, itu hanyalah matematika tentang bagaimana angka investasi dapat terus bekerja, dan bertumbuh jika di investasikan dengan long term

Bukan berarti karena penghasilan kita 10 juta, kita meremehkan apa yang bisa kita lakukan hanya dengan Rp 100,000 yang diinvestasikan dengan tepat.

Mari kita akhiri blog kali ini dengan contoh keuangan pribadi dunia nyata. 

Katakanlah Anda menghasilkan Rp 450 juta setahun, menerima kenaikan gaji 2% per tahun dan mulai menyumbang 10% dari gaji setiap bulan ke pasar index saham JCI. 

Investasi Anda menghasilkan pengembalian tahunan 6%. 

Ketika Anda membiarkan penghasilan investasi Anda bertambah dari waktu ke waktu, Anda dapat dengan jelas melihat pertumbuhan yang akan terus bertambah. Pada akhir lima tahun, misalnya, keuntungan investasi bulanan Anda bisa berjumlah sekitar sepertiga dari jumlah bulanan yang Anda kontribusikan sendiri. Dan pada delapan tahun, penghasilan investasi bulanan Anda bisa sama dengan lebih dari setengah dari kontribusi bulanan Anda.

Itu bukan sihir; bukan sulap. Itu matematika. Jadi, pertimbangkan untuk menabung dari apa yang sudah Anda hasilkan. 

Suatu cerita yang simple tentang investasi, tetapi cerita ini lah yang memotivasi Warren Buffet saat Ia memulai karirnya di Omaha. 

Di umurnya yang ke 89 tahun, terkadang Ia suka bercerita tentang legenda Paal Paysam ke tamu yang menghampirinya untuk bertanya “Apa sih kunci sukses investasi?”

One grain at a time

 

Ditulis oleh Irwin Saputra, 8 April 2020.

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Tersenyum di Depan Tembok

Kita berada pada titik di mana pandemi Covid-19 me...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Irwin Saputra Inflation is Coming... are you ready?

Sebentar lagi era inflasi akan hadir. Siapkah Anda...

Tags : belajar saham, belajar investasi, Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Lindrawati Widjojo Halte Bus Ketiga

Pandemik covid ini adalah krisis ketiga dalam kari...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Kecanduan Hutang

Kangen WFH?  Berkat WFH, saya jadi rajin b...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.