Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Menghitung inflasi dari butiran beras.

Inflation is Coming... are you ready?

Sebentar lagi era inflasi akan hadir. Siapkah Anda?

Di tengah social distancing dan karantina yang sudah hampir berjalan dua bulan, kita semua pasti berusaha untuk mencoba melakukan hal baru di rumah agar proses melawan pandemi ini terasa singkat. Saya sering lihat di social media, ada yang belajar masak, yoga, belajar musik, atau nonton drama yang gak habis-habis, sampai nge-dance TikTok. 

Tetapi di tengah keramaian social media dimana semua orang sampai bosan, tidak tahu harus ngapain, seorang user aplikasi TikTok bernama Humphrey Yang melakukan hal yang membuat netizen di seluruh dunia kaget dan bertanya-tanya “kok bisa ada orang yang saking bosannya melakukan ini…”

Humphrey Yang menghitung beras.

Sambil direkam oleh TikTok, Yang menghitung beras satu demi satu untuk mengilustrasikan jumlah kekayaan orang terkaya di dunia, yaitu Jeff Bezos. 

Nah, bagi kalian yang ingin sekali berinvestasi dan memahami pasar modal, mungkin tidak akan menyangka, Humphrey Yang tanpa sengaja mengilustrasikan era inflasi yang akan hadir.

Di videonya, Yang berimajinasi bahwa 1 butir beras itu sama dengan $ 100,000. Atau dalam kata lainnya sekitar Rp 1.5 miliar. Mungkin di antara kita ada yang pernah melihat Rp 1.5 miliar dalam bentuk cash, kita bisa membayangkan berapa banyak. Nah ini digambarkan hanya dengan satu butir beras. 

Yang lalu lanjut menghitung. 2 butir beras, $200,000, 3 butir beras, $300,000 dan selanjutnya.

Ia lalu berhasil menhitung sampai 10,000 (tidak tahu butuh berapa jam), dan akhirnya Yang sampai di angka $ 1 miliar. Besarnya sudah butuh sebuah baskom agar tidak bercecer kemana-mana.

Tetapi masalahanya, ternyata beras yang dari dapurnya tidak cukup untuk menghitung kekayaan Jeff Bezos.

Yang lalu merekam video lanjutan (Rice, part 2). Di sini Ia pergi ke supermarket untuk membeli dua kantong beras lagi dan membawanya pulang. Kali ini ia pakai dua bungkusan besar. 

Ia lalu lanjut menghitung, menghitung dan menghitung beras satu demi satu butir. 

Akhirnya Yang pun selesai menghitung setelah berjam-jam untuk melihat seberapa besar kekayaan Jeff Bezos yang pada saat itu $122 miliar.

Ternyata tumpukan berasnya sangat banyak, seberat 26 kilogram. Yang harus berdiri untuk merekam seberapa besar tumpukan tersebut… dan ingat, satu butir itu Rp 1.5 miliar! 

Mungkin jika Anda melihat video tersebut, Anda pun pasti sudah kaget, seberapa banyak $122 miliar tersebut, yaitu uang yang dimiliki Jeff Bezos, seorang pendiri Amazon. 

Maka dari itu, sekarang Anda mungkin sudah bisa kebayang seberapa banyak uang yang dipakai sebuah Bank Sentral Amerika Serikat untuk menyelamatkan rakyatnya dari ancaman COVID-19. 

Totalnya yaitu $3.5 triliun di 2020. 

Angka yang baru saja di approve oleh senat dua hari lalu, revisi naik dari $2 triliun saat bulan April kemarin, setelah kematian di Amerika Serikat sudah memakan 86,000 korban.

Begitu banyaknya uang yang ‘dicetak’ oleh Bank Sentral, membuat stimulus yang Indonesia keluarkan IDR 405 triliun ($33 billion) terlihat tidak terlalu banyak.

Tetapi Anda bisa membayangkan, besaran ‘beras’ yang di cetak oleh semua Bank Sentral di dunia, jika digabungkan yaitu sebesar $8 triliun, itu sama dengan 1.7 ton beras. 

Saya rasa ini jumlah yang bahkan Humphrey Yang gak akan hitung walaupun sedemikian bosan saat PSBB.

Apakah akibat dari jumlah ‘beras baru’ yang mendadak membanjiri ekonomi kita? Bila kita kembali ke text-book kuliah, implikasinya sederhana: Law of Supply and Demand mengatakan jika jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada jumlah produktifitas, makan nilai dari uang tersebut akan menurun (inflasi).

Itu akan membuat kita yang dulunya butuh Rp 50 ribu untuk membeli paket burger McDonald, bisa-bisa kita butuh Rp 100 ribu di kemudian hari untuk membeli burger yang sama persis.

Mungkin itulah akibat yang generasi kita harus ‘bayar’ untuk melawan pandemi ini – setiap negara harus mengorbankan value mata uang masing-masing agar kita bisa melewati krisis yang terburuk sepanjang sejarah modern ini.

Jangan taruh uang kita ‘di kolong kasur’ seperti kata orang-orang tempoe dulu.

Karena saat inflasi itu dimulai, harga uang d ibawah ranjang anda akan digerogoti oleh inflasi tersebut seiring naiknya harga-harga disekitar. 

Untuk Anda pembaca setia Blog Sucor, mungkin Anda sudah tahu bahwa setiap penulis kami mencoba menjelaskan apa yang harus kita lakukan dengan informasi tentang saham, obligasi, atau reksadana di hape kecil kita. 

Kita bisa melewati masa sulit ini dengan satu rumus sederhana: berinvestasilah.

 

Ditulis oleh Irwin Saputra, 18 Mei 2020.

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Tersenyum di Depan Tembok

Kita berada pada titik di mana pandemi Covid-19 me...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Irwin Saputra Inflation is Coming... are you ready?

Sebentar lagi era inflasi akan hadir. Siapkah Anda...

Tags : belajar saham, belajar investasi, Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Lindrawati Widjojo Halte Bus Ketiga

Pandemik covid ini adalah krisis ketiga dalam kari...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Kecanduan Hutang

Kangen WFH?  Berkat WFH, saya jadi rajin b...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.