Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Sailing Labuan Bajo dimalam hari.

Bintang-Bintang Di Langit

Kapten kapal kami mematikan semua lampu dan juga mesin, dan seketika semua menjadi gelap gulita. Hanya suara riak-riak air terdengar menghantam kapal. Dan yang paling menakjubkan adalah ketika kami mendongak ke langit..

Tak terhitung jumlah bintang yang menyambut kami di langit Labuan Bajo. Sungguh alam bermurah hati malam itu. Rasa kagum dan rasa syukur bercampur menjadi satu.

Suatu pemandangan yang tak mungkin dapat dilihat jika kita berada di Jakarta ataupun kota-kota lainnya. Maklum, bintang di langit malu-malu jika ada polusi cahaya.

Sejak dahulu saya adalah seorang penggemar benda-benda langit. Layaknya seseorang yang menggemari suatu subyek, saya cukup niat. Beli buku-buku soal astronomi, beli kamera yang cukup mumpuni untuk memfoto benda-benda langit, nonton video-video di youtube, menghafal rasi-rasi bintang, pokoknya niat..

Sepanjang pertapaan saya dalam mendalami soal bintang-bintangan ini, ada beberapa fakta menarik yang pasti akan saya ingat seumur hidup.

Fakta pertama adalah jumlah bintang-bintang di alam semesta. Semua orang tentu saja tahu bahwa jumlah bintang-bintang adalah super banyak. Seberapa banyak ? Menjawab pertanyaan ini ternyata tidak bisa langsung. Sebelumnya kita harus setuju dulu akan definisi ‘alam semesta’.

Jika yang kita maksud sebagai alam semesta adalah ‘observable universe’, yaitu keseluruhan alam yang bisa diamati dari planet Bumi pada saat ini secara teoritis, maka jumlah bintang-bintang di langit adalah 1,000,000,000,000,000,000,000  atau 1 milyar triliun !

Pada ‘observable universe’ ada sekitar 10 milyar galaksi dan pada masing-masing galaksi rata-rata ada sekitar 100 milyar bintang. Jumlah bintang-bintang di Milky Way juga sekitar 100 milyar, termasuk matahari kita yang juga adalah sebuah bintang.

Tidak hanya soal jumlah yang menarik jika kita berbicara soal bintang. Soal ‘jarak’ juga sangat menarik dan membuat saya terpana ketika pertama kali mengetahui faktanya.

Perkenalkan Icarus,  bintang yang oleh NASA pada tahun 2016 didaulat menjadi bintang terjauh dari planet bumi. Seberapa jauh Icarus dari mata kita ? Gak tanggung-tanggung, Icarus terpisah sejauh 9 milyar tahun cahaya dari planet bumi. Artinya, cahaya yang mempunyai kecepatan tertinggi nan absolut di alam semesta butuh 9 milyar tahun untuk mencapai Icarus.

Cahaya saja yang mempunyai kecepatan 1 milyar kilometer per jam butuh 9 milyar tahun untuk mencapai Icarus. Jika kita ingin naik pesawat ke Icarus dengan kecepatan maksimum 1000 kilometer per jam misalnya, maka pastikan kita bisa hidup selama 9,000 milyar tahun !

Ada satu fakta lagi yang terlalu menarik untuk dilewatkan, yaitu soal ‘waktu’. Melihat bintang berarti kita adalah melihat masa lalu. Loh kok bisa begitu ?

Begini saudara-saudara… seperti kita sudah tahu, jarak bintang adalah sangat sangat jauh, sehingga cahaya bintangpun tak bisa dengan sekejap mencapai mata kita. Bintang paling dekat dengat planet Bumi adalah Alpha Centauri yang berjarak sekitar 4 tahun cahaya. Jika kita memandang ke langit dan melihat Alpha Centauri, maka yang kita lihat adalah Alpha Centauri empat tahun yang lalu karena butuh empat tahun untuk cahaya yang dipancarkan bintang tersebut untuk mencapai mata kita.

Bagi orang yang puitis dan romantis (seperti saya ?), fakta sekecil apapun dapat dimelodikan menjadi sebuah narasi penggetar hati. Apalagi fakta-fakta menakjubkan seperti ini.

Sembari berbaring dan melamun kagumi langit Labuan Bajo di geladak kapal Phinisi, dada saya perlahan berdesir…

Jika alam semesta sedemikian besar, maka manusia pun sedemikian kecil. Suatu komedi tragis jika  manusia merasa dirinya segalanya sedangkan matahari pun hanyalah  satu diantara 1 milyar triliun bintang lainnya.

Dipaksa menjadi rendah hati ketika mengagumi alam semesta adalah satu hal.

Hal lainnya adalah perasaan menjadi bagian dari sesuatu yang sangat besar dan sekaligus menyatu di dalamnya.. Perasaan yang sulit diungkapkan oleh kata-kata.

Ketika kita sebenarnya adalah satu dan menyatu, tidak ada tempat bagi rasa benci.

Harusnya cintalah yang mengisi segalanya…

garis1

“For small creatures such as we, the vastness is bearable only through love… “

Carl Sagan

garis2

Ditulis oleh Syaiful Adrian, 31 Mei 2019

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Setelah Melompat, Belajar dari Nyai Ontosoroh

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatn...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Oriana Titisari Mari Lompat!

Pagi ini saya tengah menikmati kemacetan biasa di ...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Balada Mati Air

To pee or not to pee? Pertanyaan ini yang ...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Memilih Untuk Menghitung Berkat

“The ancestor of every action is a thought&r...

Tags : blog sucor, Blog Sucor Sekuritas, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.