Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Kata kuncinya "Setia"

Belajar dari Blacky

Salah satu pembelajaran bagaimana cara investasi, saya dapat dari pengalaman saya memelihara anjing bernama BlackyKira-kira begini reaksi saya pertama kali melihat Blacky di rumah:

“Win, kita jogging keliling komplek dulu yah! Kira-kira satu jam kita balik” kata orang tua saya; biasanya rutin setiap minggu sore jalan-jalan sebentar.

Nyatanya, setelah tiga jam berlalu, tiba-tiba ada satu lagi tambahan anggota jogging baru yang pulang ke rumah. “Hey Win, kesini sebentar deh, kenalin ini namanya Blacky! Mulai hari ini tinggal disini ya…” Tidak ada angin, atau hujan, tiba-tiba ada anjing hitam di ruang tamu, sedang duduk anteng di dekat sofa.

“Lho katanya joging barusan. Dapat anjing dari mana? Pet-shop yah?” Kata saya kaget dan penuh heran.

“Oh, ini anjing yang kita cerita suka ngikutin di jalan. Lucu banget, yah? Sepertinya kita bisa pelihara Blacky di rumah. Kalem sekali dia,” jawab Ayah yang mencoba untuk meyakini saya.

Tidak mampu menolak melihat ‘puppy-eyesBlacky yang hitam mengkilap, dan ekspresi ‘memohon’nya, maka saya pun setuju untuk menerimanya menjadi anggota baru di rumah kami.

Blacky memang bukan seekor anjing ras. Saat pertama kali datang, Blacky tidak bisa Shake-hand, Roll-over atau Fetch seperti trik pada umumnya terlatih pada anjing lain peliharaan lain. Tetapi ada satu trik yang sudah bisa Ia lakukan; kalau kata Ayah saya triknya itu ‘Setia’.

Tentunya pertama-tama saya bingung, apa maksud beliau. Ternyata hal itu ada hubungannya bagaimana Blacky bisa mengikuti orang tua saya joging, sampai rumah.

Sudah beberapa bulan ini Ayah dan Ibu saya rutin olahraga, rupanya lari melewati jalan yang sama. Lewat taman tidak jauh dari komplek, di sekitar landbank area perumahan yang belum dibangun, ternyata ada anjing hitam yang selalu menunggu mereka. Disana, Blacky tidak menganggu, hanya duduk diam sendirian mengamati kedua orang tua saya joging.

Karena kelihatannya lucu dan jinak, terkadang sebelum olahraga, ibu saya membawa sedikit dog-food untuknya, toh tidak ada salahnya berbuat baik sesekali kepada anjing liar. Ternyata Blacky pun sangat senang. Ia akan setia menunggu di lokasi yang tepat setiap hari minggu, percaya bahwa orang tua saya akan memutar di area yang sama untuk memberinya makanan. Hal itu pun menjadi rutinitas yang cukup lama.

Sudah terbiasa diberikan snack, Blacky terkadang juga suka ikut memutar lingkaran komplek beberapa kali, seakan-akan ‘menemani jogging’ sebentar. Begitulah cerita singkat bagaimana Blacky bisa sampai ke rumah kami, tanpa tali, hanya mengikuti dari belakang.

“Nanti rencana Ayah akan ajak Blacky keliling tiap Minggu sore, tidak usah pakai tali. Pasti dia akan ngikut sendiri.”

“Wow, jadi setia banget yah dia,” respon saya terkagum.

“Iya dong. Tergantung hati baik atau tidak ownernya.”

 

Melihat perilaku Blacky, saya jadi teringat pembelajaran seorang investor saham yang sangat terkenal, bernama Ralph Wanger. Tidak hanya lihai dalam berinvestasi, ternyata Ralph juga seorang pencinta anjing. Ralph pernah berbicara, apa sih salah satu kunci sukses dalam memilih saham yang tepat dan membangun aset yang besar secara jangka panjang?

“Salah satu kuncinya…” menurut Ralph, “mirip seperti mengajak seekor anjing jalan-jalan keliling kota.”

Seekor anjing sekilas akan bereaksi sangat random atau acak, sama seperti harga saham yang tidak ada satu pun orang di dunia tahu, akan naik atau turun keesokan harinya. Lebih lagi dicampur oleh sifat hiperaktif seekor anjing tersebut. Terkadang belok kiri mengendus tanaman, atau belok kanan dan naik ke trotoar, atau bahkan naik ke kursi, kita tidak bisa menebak kemana perginya anjing tersebut karena terlalu cepatnya bergerak. Mungkin, sama seperti saham yang volatile.

Tetapi dalam jangka waktu yang panjang, anjing tersebut akan melewati rute yang sama, dan didalam kasus Blacky, berjalan mengikuti orang tua saya ke rute komplek sebelah dengan setia. Semua tergantung dari majikannya, atau kalau dari analogi sebuah perusahaan, tergantung pemiliknya.

Buktinya, investor legendaris Warren Buffett juga setuju dengan analogi sederhana Ralph. “I am looking for an honest and able management to run [the company] because I don't know how to run it myself.” Karena tidak mungkin Berkshire Hathaway bisa berdiri sekian lama, membawahi puluhan perusahaan di seluruh dunia, tanpa Buffett kenal dengan founder masing-masing.

Yang sangat menarik adalah, hampir setiap investor pasar saham lupa, terlalu asiknya trading jual dan beli saham (terutama dengan online trading), bahwa investor menjadi sangat fokus dengan anjingnya, bukan ownernya.

Padahal kalau sifatnya investasi saham itu membeli ‘sebagian porsi kepemilikan dalam suatu bisnis’, bukankah sangat aneh kalau sebagai investor, kita memiliki perusahaan tanpa mengetahui dan belajar latar belakang manajemennya, dan visi-misi apa yang mereka tempatkan untuk bisnis tersebut.

Bagi kita yang serius menjadi investor fundamental, ayo coba kita ceritakan siapa salah satu pemimpin dari perusahaan yang kita beli. Apa kalian pernah membaca artikel, atau interview tentang pemimpin tersebut?

 

Irwin Saputra, 19 November 2019

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Tersenyum di Depan Tembok

Kita berada pada titik di mana pandemi Covid-19 me...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Irwin Saputra Inflation is Coming... are you ready?

Sebentar lagi era inflasi akan hadir. Siapkah Anda...

Tags : belajar saham, belajar investasi, Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Lindrawati Widjojo Halte Bus Ketiga

Pandemik covid ini adalah krisis ketiga dalam kari...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Kecanduan Hutang

Kangen WFH?  Berkat WFH, saya jadi rajin b...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.